Thursday, January 22, 2009

Rumahku Hijau, Sahabat Bumiku

Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 telah ditutup. Semoga aura hijau kompetisi ini tak berhenti sampai di situ. Hijau yang menyejukkan saraf, menyegarkan mata dan memberikan efek ketenangan dan harmoni. Penatnya pikiran karena rentetan praktikum memudar perlahan ketika ku buka jendela hati dan mata, ku buka jendela kamar, dan kulihat hijaunya lingkungan sekitar. Kucoba simpan hijaunya pagi dengan kerdipan kamera.

euphorbia



"eupho(rb)ia menyambut mentari"







"adenium"




"euphorbia lagi"



euphorbia


"euphrobia lagi dan lagi"







"lagi-lagi euphorbia"






"euphorbia bukan euphoria"





"euphorbia nongol lagi"








"embun dan adenium"










"euphorbia lagiii??"






"kompetisi euphorbia vs tower"









"euphorbia putih"







"kompetisi euphorbia vs euphoria tower"






"barisan euphrobia"






Rumah yang hijau dapat memberi kesejukan tersendiri bagi penghuninya. Ngomong-ngomong tentang rumah yang hijau, ternyata banyak penelitian tentang rumah yang hijau dan berbagai manfaatnya.

Sebelum menginjak pada rumah yang hijau. Pencarian pun dilakukan untuk mencari manfaat penghijauan secara umum. Berikut ini beberapa manfaat penghijauan ditinjau dari berbagai aspek.
1. Manfaat Estetis (Keindahan)
Pohon memiliki berbagai macam bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman. Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan nampak hijau dan asri.
2. Manfaat Orologis
Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Inilah yang disebut manfaat orologis.
3. Manfaat Hidrologis
Dalam hal ini dimaksudkan bahwa tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.
4. Manfaat Klimatologis
Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
5. Manfaat Edaphis
Ini adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.
6. Manfaat Ekologis
Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.
7. Manfaat Protektif
Manfaat protektif adalah karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari cahaya silau.
8. Manfaat Hygienis
Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.
9. Manfaat Edukatif
Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya.

Ternyata, penghijauan ini sungguh sangat bermanfaat. Lalu apa fungsi penghijauan di perumahan? Menurut PP RI no.63/2002, fungsi penghijauan di perumahan adalah sebagai penyerap CO2, penghasil oksigen, penyerap polutan (logam berat, debu, belerang), peredam kebisingan, penahan angin dan peningkatan keindahan.

Pencarian pun masih berlanjut, kali ini pencarian berhasil menemukan fungsi dari beberapa jenis tanaman. Menurut penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum, tanaman penghijau rumah dapat dibagi berdasarkan kemampuan pohon sebagai penyerap CO2 dan polutan udara serta kemampuan meredam kebisingan dan juga tanaman produktif.

1. Tanaman Penyerap CO2
- Beringin (Ficus Benyamina)
Kupikir-pikir kalo rumah ditanemin beringin bisa buat syuting film horror nih...
- Puring (codiaeum interuptum)
- Sri rejeki (aglaonema costatum)
Aglaonema yang beberapa waktu yang lalu cukup menjadi idola ini ternyata juga bisa menyerap CO2
- Palem kuning (pandanus utiis)
- Pisang-pisangan (Heliconia)
- Lidah mertua (sanseviera trifaciata-laurentii)
Lidah mertua sejak dahulu kala terkenal sebagai tanaman yang dapat menyerap CO2.

2. Tanaman penyerap timah hitam
Mahoni (switenia mahagoni) dan Bungur (Lagerstroemia speciosa) mampu menyerap polusi timah hitam yang ada di jalan depan rumah kita. Selain itu, pohon serindang mahoni dan bungur memang sangat cocok untuk merindangkan jalan raya.

3. Tanaman penyerap semen dan debu
Tanjung (mimusops elengi) dan Kiara payung (filicium decipiens) merupakan tanaman penghias taman yang dapat menyerap semen dan debu.

4. Tanaman penyerap logam berat
Kenikir yang sering digunakan sebagai sayuran ternyata dapat menyerap logam berat. Teh-tehan yang sering dimafaatkan sebagai pagar hijau juga bisa menyerap logam berat.

5. Tanaman penyerap bau tidak sedap
Kenanga yang mampu menebar wangi ini bisa menyerap bau tidak sedap.

6. Tanaman peredam kebisingan
Bambu jepang yang sering digunakan untuk menghiasi dinding halaman rumah ternyata mampu meredam kebisingan.

Nah, berikut ini rekomendasi jenis tanaman untuk menghijaukan rumah menurut berbagai sumber penelitian:
* Tanaman untuk halaman rumah, untuk pengendalian pencemaran debu adalah jenis perdu dan semak seperti bougenville, bunga merak, daun kupu-kupu. Tanaman hias yang diteliti ternyata juga positif menurunkan kadar gas NO, antara lain kaktus penghuni tempat terbuka, anak nakal, rumput kriminil (dulu disebut krokot), sri mukti (sejenis sri rejeki), dan maranta penghuni naungan. Kalau mereka ditanam rapat, sehingga cukup rimbun menghuni halaman dekat jendela dapat berfungsi penyaring udara. Sedangkan untuk taman di bagian atas rumah bertingkat, tanaman disarankan seperti semak yang tahan terpaan angin, tahan panas, memerlukan sedikit air, namun banyak daun untuk meningkatkan daya serap CO2. Alternatif lain palem jenis tertentu untuk peneduh dan mereduksi panas matahari. Emisi CO2 dari kendaraan itu akan naik ke lapisan udara atas.
* Pagar hijau/pagar hidup di dekat jalan ditanam salah satu atau dua dari jenis-jenis perdu, seperti: kembang sepatu, puring, sablo, soka, Mussaenda. Perdu mampu menyerap NOx = 22,53 – 54,08 %, semak (16,13- 55,60 %) pohon (14,15-60,65 %). Pagar hijau dengan teh-tehan atau bambu dapat menyerap debu dalam jumlah yang tinggi.
* Tanaman yang ditanam di luar pagar halaman didisain untuk menciptakan keteduhan seperti asam kranji atau tiara payung juga sebagai pereduksi kadar NO, SO2 dan CO. Menurut hasil penelitian Puslitbang Jalan, tiara payung mampu mengurangi NO sampai 61,47%. Di bawah pohon pohon peneduh tersebut dapat ditanam Maranta leuconeura dan Sri Mukti, yang tidak tahan terhadap matahari terik dan dapat mengurangi polusi NO berturut-turut sampai 55,5% dan 60,41%. Juga dapat ditanam rumput kriminil/krokot (kalau terbuka), paku-pakuan, es lilin putih, atau es lilin hijau, dengan reduksi NO berturut-turut 61,64%, 76,07%, 63,13%, 62,08%.
* Tanaman yang baik sebagai taman kawasan perumahan seperti jalur hijau atau taman lingkungan, disamping sebagai penyerap CO2 dan polutan diudara, juga menciptakan keteduhahan dan menahan angin. Tanaman sebagai penahan angin harus memperhatikan jenis tanaman dengan dahan yang kuat, daun tidak mudah gugur, akar menghujam masuk ke dalam tanah, memiliki kerapatan yang cukup (50-60 %). Taman kawasan perumahan sebaiknya memperhatikan lokasi sebagai berikut :
* jalan protokol dapat di menggunakan pohon angsana atau flamboyan (Puslitbangkim, 1996) karena angsana dapat menyerap CO sebesar 55,43 %, bougenville 41,59 % dan flamboyan 25,88 %. Damar (Agathis alba), Lamtoro gung (Leucaena leucocephala), akasia (Acacia auriculiformis) dan beringin (ficus benyamina) sebagaipenghasil oksigen yang tinggi.
* daerah dekat dengan tempat penimbunan sampah, tanaman yang dapat menahan angin serta penyerap bau, selain itu sebagai penyerap zat yang berbahaya yang mungkin terkandung dalam sampah, seperti Cempaka dan Tanjung.
* daerah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi. Jenis tanaman yang memenuhi kriteria ini adalah tanaman yang mempunyai jumlah daun yang banyak sehingga mempunyai stomata yang banyak pula, seperti nagka, albizia, Acacia vilosa, Indigofera galegoides, Dalbergia spp., mahoni, jati, kihujan dan lamtoro.
* daerah dekat pantai dengan masalah intrusi air laut harus menghindari penanaman dengan tanaman yang kurang tahan terhadap kandungan garam yang sedang-agak tinggi akan mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, serta tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang tinggi akan menguras air dalam tanah, sehingga konsentrasi garam dalam tanah meningkat

Nah, rumah hijau juga dapat diwujudkan melalui penghijauan atap. Di negeri kincir angin, atap hijau ini sudah populer. Pemerintah Belanda memberikan subsidi bagi warga yang ingin 'menanami' atap mereka dengan rumput hijau. Warga Kota Groningen bisa mendapatkan subsidi sebanyak 30 Euro (sekitar 400 ribu Rupiah) per meter persegi untuk memasang rumput di atap rumah mereka. Subsidi ini mencapai 60 persen biaya pemasangan. Kota Rotterdam juga memberikan subsidi yang sama. Kota Amsterdam dan Den Haag juga sudah berjanji akan mengeluarkan subsidi. Moga-moga aja pemerintah Indonesia juga mengucurkan dana untuk menghijaukan atap-atap rumah di negri ini.
Apa manfaat atap hijau?Mark Ottelee dari Universitas Teknik Delft, seorang peneliti fenomena penghijauan bangunan, menjelaskan:
"Atap hijau bisa berguna untuk mengatur temperatur. Tanaman hijau menyerap panas- atau istilahnya Evo transpirasi- sehingga udara di atas bangunan dan juga di dalamnya bisa dingin. Di atas atap dipasang lahan buatan yang bisa ditanami. Ini saja sebenarnya sudah menurunkan suhu. Dengan adanya tanaman, suhu bisa semakin turun lagi. Atap biasa bisa mencapai suhu 80 derajat celcius pada musim panas. Dengan atap hijau suhu bisa turun sampai 35 derajat."
Perbedaan suhu ini bisa menurunkan secara drastis pemakaian alat pendingin ruangan pada musim panas. Jadi, mengurangi pengeluaran CO2. Pada musim dingin, lapisan tanah yang dipasang pada atap juga bisa berfungsi sebagai isolasi untuk mempertahankan panas. Sehingga mengurangi pemakaian alat pemanas ruangan. Selain itu, atap hijau bisa juga bermanfaat untuk menghadapi semakin seringnya turun hujan. Lapisan tanah yang dipasang berfungsi seperti spons yang bisa menyerap banyak air hujan. Jadi, akan lebih sedikit air yang turun ke selokan. Tanaman yang lembab di atap ini juga mampu menyerap debu.

Mari kita hijaukan rumah. Jadikan rumah sebagai sahabat bumi...

No comments:

Post a Comment