Tuesday, October 22, 2013

Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Anemia

Sebuah riset terbaru dari Johns Hopkins Children's Center menemukan fakta bahwa kekurangan vitamin D meningkatkan risiko anemia. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics ini merupakan penelitian pertama yang mengeksplorasi secara menyeluruh mengenai hubungan antara kadar vitamin D dan anemia pada anak-anak.

Para peneliti tersebut mengingatkan bahwa hasil penelitian ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat namun lebih menjelaskan mengenai hubungan antara kadar vitamin D dan hemoglobin. Beberapa mekanisme dapat menjelaskan mengenai hubungan kedua hal tersebut. Vitamin D ternyata mempengaruhi produksi sel darah merah dalam sumsum tulang. Begitu juga dengan regulasi sistem imun dan inflamasi, hal ini juga dipengaruhi oleh peran vitamin D. Seperti kita ketahui, regulasi imun dan inflamasi banyak berperan dalam terjadinya anemia.

Untuk menjelaskan interaksi antara kadar vitamin D dan kadar hemoglobin, para peneliti memeriksa sampel darah dari lebih dari 10ribu anak-anak. Secara konsisten terlihat bahwa pada anak-anak dengan kadar hemoglobin rendah ternyata juga memiliki kadar vitamin D yang rendah. Puncak munculnya anemia terjadi pada kadar vitamin D di bawah 30 ng/ml. Anak-anak yang memiliki kadar vitamin D di bawah 30 ng/ml memiliki risiko anemia dua kali lipat dibanding dengan anak-anak dengan kadar vitamin D normal.

Berdasarkan tingkat keparahannya, kekurangan vitamin D diklasifikasikan menjadi dua yaitu ringan dan berat. Defisiensi vitamin D ringan didefinisikan sebagai kadar vitamin D di bawah 30 ng/ml sedangkan defisiensi vitamin D berat memiliki kadar vitamin D dibawah 20 ng/ml. Implikasi dari penelitian ini adalah baik defisiensi vitamin D ringan maupun berat memerlukan penanganan yang tepat dengan suplementasi.

Saturday, August 31, 2013

Apakah Teh Hijau Membantu Menurunkan Berat Badan?

teh hijau menurunkan berat badan
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau bisa menjadi obat herbal yang efektif berguna untuk menurunkan berat badan dan membantu untuk mengatur glukosa pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Untuk memastikan apakah teh hijau benar-benar memiliki potensi mengatur gula darah , Jae - Hyung Park dan rekan-rekannya dari Keimyung University School of Medicine, Korea melakukan penelitian yang sekarang telah diterbitkan dalam jurnal Naunyn-Schmedeberg's Archives of Pharmacology

Zat aktif yang terdapat dalam teh hijau yang telah terbukti dapat menghambat penyerapan glukosa dan lipid , adalah jenis tertentu flavonoid yang disebut gallated catechin. Para penulis sebelumnya menyarankan bahwa jumlah gallated catechin diperlukan untuk mengurangi konsentrasi glukosa darah dapat dicapai dari dosis harian teh hijau . Namun, jumlah teh hijau yang dibutuhkan untuk mengurangi penyerapan lemak dari usus lebih tinggi dan telah terbukti memiliki efek yang merugikan pada manusia . Setelah dalam aliran darah , gallated catechin sebenarnya dapat meningkatkan resistensi insulin , yang merupakan konsekuensi negatif terutama pada pasien obesitas dan diabetes .

Untuk studi mereka , para peneliti menguji pengaruh ekstrak teh hijau pada berat badan dan intoleransi glukosa di kedua tikus diabetes dan tikus normal yang diberi diet tinggi lemak . Untuk mencegah dosis tinggi katekin gallated dari mencapai aliran darah , penulis juga menggunakan resin tidak beracun , polietilen glikol , untuk mengikat katekin gallated dalam usus untuk mencegah penyerapan mereka. Mereka kemudian melihat efek pada tikus makan ekstrak teh hijau saja , dan makan ekstrak teh hijau ditambah polietilen glikol . Mereka membandingkan ini terhadap efek dari dua obat terapi lainnya secara rutin diresepkan untuk diabetes tipe 2 .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau dalam isolasi tidak memberikan perbaikan dalam berat badan dan intoleransi glukosa . Namun, ketika ekstrak teh hijau diberikan dengan polyethylene glycol , ada penurunan yang signifikan dalam berat badan, resistensi insulin dan intoleransi glukosa di kedua tikus normal pada diet tinggi lemak dan tikus diabetes . Polyethylene glycol memiliki efek memperpanjang jumlah waktu katekin gallated tetap dalam usus , sehingga membatasi penyerapan glukosa untuk jangka waktu lama .

Menariknya , efek dari ekstrak teh hijau baik di usus dan dalam sirkulasi yang diukur pada dosis yang dapat dicapai dengan minum teh hijau setiap hari . Selain itu, efek dari ekstrak teh hijau sebanding dengan yang ditemukan saat mengambil dua obat yang saat ini direkomendasikan untuk diabetes non-insulin dependent .

Para penulis menyimpulkan bahwa " diet ekstrak teh hijau dan polyethylene glycol membantu dalam menurunkan bobot badan dan resistensi insulin pada tikus yang menderita diabetes. Oleh karena itu ekstrak teh hijau dan polyethylene glycol dapat menjadi alat pencegahan dan terapi untuk obesitas dan diabetes tipe 2 obese tanpa terlalu banyak kekhawatiran tentang efek samping . "

Monday, July 8, 2013

Khasiat Ubi Ungu, Tinggi Kandungan Zat Anti Kanker

khasiat ubi ungu zat anti kanker
Makanan tradisional dari yogyakarta, ubi ungu, ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Kansas State University menyebutkan bahwa dominasi warna ungu pada ubi ungu merupakan akibat dari tingginya kandungan zat anthocyanin, suatu antioksidan yang berfungsi sebagai anti kanker. Selain mengandung zat anti kanker, ubi ungu juga mengandung phenol yang merupakan zat yang dapat berfungsi sebagai anti aging atau anti penuaan.

Untuk membuktikan khasiat anti kanker yang dikandung ubi ungu tersebut, peneliti dari Kansas State menggunakan sel kanker kolon yang diberi zat anthocyanin. Ternyata, zat tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, penelitian ini masih terbatas pada penelitian di laboratorium.

Yup, dengan melihat manfaat bagi kesehatan tersebut, jangan malu-malu untuk memperbanyak konsumsi makanan tradisional tersebut. Kita dapat mencegah kanker dengan memperbanyak konsumsi ubi ungu yang mengandung zat anti kanker tersebut. Dahulu, ubi ungu sering kali dikonsumsi dengan cara direbus atau digoreng. Namun, saat ini kita dapat mengkonsumsi ubi ungu dalam bentuk yang berbeda dan lebih menarik yaitu egg roll ubi ungu. Dengan adanya inovasi ini, kita tak perlu malu-malu lagi mengkonsumsi makanan tradisional ini. Egg roll ubi ungu khas yogyakarta ini merupakan trend baru dalam mengkonsumsi makanan sehat. Yuk mari hidup sehat dengan makanan sehat dan alami!

Tuesday, June 11, 2013

Cegah Hipertensi dengan Vitamin D

Ingin hidup sehat dan terhindar dari hipertensi? Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan di Inggris mengungkapkan bahwa hipertensi berhubungan dengan rendahnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Penyakit yang mengintai saat lanjut usia ini ternyata dapat dicegah. Selain dengan olahraga dan menghindari makanan yang mengandung banyak kolesterol, mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D ternyata dapat mencegah hipertensi. Data yang diambil dari 35 penelitian yang melibatkan 155000 responden mengungkapkan fakta bahwa makanan yang mengandung vitamin D kadar tinggi dapat menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko hipertensi. Namun, fakta menarik ini belum bisa dibuktikan dengan hubungan sebab akibat. Pada tingkat penelitian yang lebih tinggi, yaitu Randomized Controlled Trial, suplementasi vitamin D menghasilkan efek yang belum konsisten terhadap sistem kardiovaskular. Yup, meskipun belum terbukti lebih jauh. Tidak ada salahnya jika kita mulai mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin D. Selain untuk kesehatan tulang, konsumsi vitamin D ini juga dipercaya dapat mencegah hipertensi. Demikian dulu info menarik tentang tips hidup sehat alami. Oya buat sobat blogger yang gemar melakukan social bookmark, ada premium social bookmark dofollow terbaru yang baru saja diluncurkan.