Showing posts with label kanker. Show all posts
Showing posts with label kanker. Show all posts

Wednesday, March 13, 2013

Jus Pare, Cara Alami Cegah Kanker Pankreas

jusJus pare telah terbukti secara preklinis sebagai cara alami untuk mencegah kanker pankreas. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh University of Colorado minggu ini dalam jurnal Carcinogenesis menunjukkan bahwa jus pare dapat mencegah pertumbuhan sel kanker bahkan dapat membunuh sel ganas tersebut. Zat aktif yang terkandung dalam buah pare dapat menghambat metabolisme glukosa dari sel kanker, sehingga mengurangi sumber energi sel dan akhirnya membunuh mereka.
"Tiga tahun lalu beberapa peneliti menunjukkan pengaruh ekstrak pare pada sel kanker payudara secara laboratoris. Penelitian ini berjalan jauh, dan sekarang kami menggunakan jus karena banyak orang terutama di negara-negara Asia sudah mengkonsumsi jus pare dalam jumlah banyak. Dalam penelitian kami, Jus pare dapat mempengaruhi jalur metabolisme glukosa untuk membatasi energi dan membunuh sel-sel kanker pankreas, "kata Rajesh Agarwal, PhD, co-program pemimpin Pencegahan Kanker dan Pengendalian di Pusat Kanker dan profesor di Skaggs School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences.
Rasa penasaran Agarwal datang dari menghubungkan beberapa penelitian sebelumnya dengan cara yang baru. Diabetes merupakan salah satu pertanda kanker pankreas dan pare telah terbukti bermanfaat untuk diabetes, dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat diabetes mellitus oleh rakyat China dan India. Mengikuti garis pemikiran ini, Agarwal dan rekan bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika mereka langsung menghubungkan antara pare dan kanker pankreas.
Dan hasilnya adalah "Terjadinya gangguan dalam metabolisme sel kanker pankreas dan munculnya aktivasi protein kinase AMP-activated, sebuah enzim yang menunjukkan tanda bahwa terjadi tingkat energi yang rendah dalam sel," kata Agarwal.
Mungkin bukan kebetulan, pare juga mengatur sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Setelah penelitian dalam kultur sel, terbukti bahwa kelompok yang diberi jus pare 60 persen lebih rendah kemungkinan untuk terserang kanker pankreas dibandingkan kelompok kontrol yang tidak diberikan jus pare.
"Ini adalah penemuan yang sangat menarik," kata Agarwal. "Banyak peneliti meneliti obat baru untuk yang ditargetkan untuk mempengaruhi pasokan energi sel kanker, dan di sini kita memiliki suatu senyawa alami yang dapat melakukan hal itu."
Lab Agarwal sekarang menerapkan untuk hibah yang akan memungkinkan mereka untuk memindahkan studi pare dalam percobaan chemoprevention lebih lanjut dalam model tikus kanker pankreas.
Penelitian ini sangat menarik. Yuk, mulai dari sekarang kita biasakan mengkonsumsi buah dan sayur di sekitar kita karena mereka telah terbukti dapat mencegah beberapa penyakit dan membantu kita hidup sehat alami tanpa obat.

Sunday, February 1, 2009

Manfaat Coklat Bagi Kesehatan

Coklat, konon katanya makanan para dewa, sebenarnya rasa aslinya adalah pahit akibat kandungan alkaloid, tetapi setelah melalui rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai makanan yang disukai oleh siapapun. Biji coklat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14% dan protein 9%. Protein coklat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan tyrosin. Meski coklat mengandung lemak tinggi namun relatif tidak mudah tengik karena coklat juga mengandung polifenol (6%) yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah ketengikan. Nah, ternyata makanan yang paling populer di bulan februari ini benar-benar membawa cinta dari dalam kegelapan. Dark Choclate ini sangat bermanfaat bagi kesehatan,terutama karena kandungan flavonoid-nya.

Flavonoids baru-baru ini cukup menarik karena sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, antara lain sebagai antivirus, anti-alergi, antiplatelet, anti-kobaran, antitumor dan antioxidant. Pada Oktober 2005, Case Western Reserve University mempublikasikan sebuah temuan mereka tentang efek flavanoid pada kanker prostat. Penelitian ini dilakukan oleh Sanjay Gupta, Ph.D. Dalam penelitian ini, Gupta memberikan flavanoid secara oral pada tikus sebelum mengimplant sel-sel kanker prostat. Pada kelompok tikus yang lain flavanoid diberikan 2 minggu setelah implantasi tumor. Pemberian flavanoid sebelum implantasi tumor bertujuan untuk memberi gambaran bahwa flavanoid dapat digunakan untuk mencegah tumor. Sedangkan, pemberian flavanoid setelah implantasi tumor mendemonstrasikan efek terapi flavanoid pada kanker prostat.

Pada kedua kasus, flavanoid menghambat pertumbuhan tumor dan tidak menyebabkan efek samping seperti peningkatan berat badan, seperti yang sering terjadi pada pasien yang sedang dalam kemoterapi. Efek demikian ini terjadi karena flavanoid menurunkan kadar IGF-1(insulin-like growth factor) yang merupakan faktor risiko pada kanker payudara, prostat, kolon, dan paru-paru. Selain itu, flavanoid juga mampu meningkatkan kadar IGFBP-3 (insulin-like growth factor binding protein) yang merupakan lawan dari IGF-1 sehingga menurunkan risiko kanker. Efek ini terjadi melalui penurunan daya hidup dari sel kanker dengan cara merangsang destruksi sel. Pada studi yang lebih baru yang dipublikasikan di European Journal of Cancer Prevention bulan February 2008, Ekstrak polifenol dari coklat dengan dosis 24 mg/kg dapat melindungi tikus dari proses karsinogenesis kanker prostat jika diberikan terus menerus saat fase inisiasi dan promosi. Penelitian yang dipublikasikan pada bulan Juni 2008 oleh American Society for Biochemistry and Molecular Biology juga membuktikan efek proteksi dari zat yang terkandung dalam coklat terhadap kanker. Cocoa procyanidin fraction (CPF) mampu menghambat transformasi melalui penghambatan aktivitas mitogen-activated protein kinase kinase (MEK). Cocoa procyanidin fraction (CPF) dan procyanidin B2 juga menghambat 12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate (TPA). TPA ini menginduksi aktivitas promoter dan ekspresi cyclooxygenase-2, yang berperan dalam inflamasi dan karsinogenesis fase promosi. CPF ini juga menghambat transformasi sel yang diinduksi oleh Epidermal Growth Factor maupun H-RAS. CPF ini mempunyai efek yang lebih kuat dibanding theobromine dalam menghambat transformasi yang diinduksi TPA, ekspresi cox-2, transaktivasi activator protein-2 maupun nuclear factor-{kappa}B, dan MEK. Selain itu, procyanidin B2 mempunyai efek yang jauh lebih kuat dibanding dengan PD098059 (obat yang selama ini digunakan sebagai MEK inhibitor) terhadap aktifitas MEK1 dan transformasi sel neoplastik.

Selain manfaat dalam mencegah kanker, ternyata coklat juga mampu mencegah hipertensi. Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh American Chemical Society pada bulan December 2005, flavanoid mampu menghambat aktifitas Angiotensin converting enzyme. Seperti yang telah kita ketahui bahwa aktifitas ACE adalah salah satu target terapi dalam mengobati pasien hipertensi. Selain melalui penghambatan akifitas ACE, American Heart Association mempublikasikan bahwa flavanoid juga mampu mengurangi LDL kolesterol (dari 3.4±0.5 menjadi 3.0±0.6 mmol/L; P<0.05), mengurangi homeostasis model assessment of insulin resistance (P<0.0001).

Nah, selain buat mencegah kanker dan hipertensi, coklat ternyata juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa loh. Menurut penelitian yang dipimpin oleh Professor Ian Macdonald, coklat dapat meningkatkan aliran darah ke area-area penting di otak selama 2 sampai 3 jam. Nah, sebelum ujian, jangan lupa doping pake coklat..